Kapok Menyentuh Cumi-cumi

Ini adalah sebuah kejadian di sebuah supermarket sekaligus membuatku kapok menyentuh cumi-cumi…

Hari Minggu kemarin, aku bersama keluargaku ke supermarket. Katanya hanya ingin beli salak dan apel saja, tapi ternyata beralih ke tempat udang.
Kebetulan aku memang sudah bosan dengan dunia salak, apel, dan udang. Sedikit-sedikit ingin menyentuh dunia luar… 😆
Saat itu aku melihat sebuah baskom berisi cumi-cumi, yang airnya sudah menjadi hitam. Pasti karena tinta cumi-cumi, kan? Tidak mungkin itu tinta untuk spidol 😦
Akupun mulai mengambil plastik yang biasanya digunakan untuk pelapis tangan dan meletakkan belanjaan. Dan aku mulai menyentuh dan meraba cumi-cumi. Tiba-tiba bunyi yang indah terdengar!
Ya, bunyi tinta cumi-cumi moncrot ke wajahku yang masih imut dan lucu ini 😥
Sial, ternyata masih ada cumi-cumi yang hidup ya? Atau mungkin…? Buinguuung ach!
Sejak saat itupun aku mulai kapok menyentuh hewan yang aneh-aneh termasuk cumi-cumi 😦

Iklan

13 Responses to “Kapok Menyentuh Cumi-cumi”


  1. 1 Ravelt November 27, 2007 pukul 11:28 am

    Pertama. Ehe. :mrgreen:

    Lagian iseng banget sampai mencet-mencet cumi-cumi ^^;
    Kan belum tentu kalau cumi-cumi yang dijual itu tintanya udah dibuang habis 🙄

  2. 3 cK November 28, 2007 pukul 3:10 pm

    kok ndak ada skrinsutnya? 😆 😆

  3. 4 p4ndu_454kura November 28, 2007 pukul 6:40 pm

    Waktu itu bawa pulpen kosong nggak? Siapa tau pulpen itu bisa diisi pake tintanya cumi-cumi. 😆

  4. 5 Shishoukura November 30, 2007 pukul 12:55 pm

    @cK: Aneh, kalau di saat seperti itu masih sempat narcizria.
    @p4ndu_454kura: Jayuzzznya kurang guaring 😐

  5. 6 Rystiono Desember 1, 2007 pukul 2:03 am

    Untung cumi-cumi…bukan ubur-ubur…

    😀

    * supermarket mana ya yang jual ubur-ubur ? *

  6. 7 Shishoukura Desember 1, 2007 pukul 6:51 am

    @Rystiono: Supermarket sederhana, yang dibaca pasar 😀

  7. 8 Rystiono Desember 1, 2007 pukul 10:17 am

    Emang ubur-ubur bisa dimasak ya? Kirain cuma spongebob aja yang doyan nangkep ubur-ubur…

    * kabuuuur… *

  8. 10 AdityaWirawan Desember 4, 2007 pukul 9:35 am

    Mungkin kepencet ya bodynya cumi2 itu, jadi keluar deh tintanya.

  9. 11 rozenesia Desember 4, 2007 pukul 9:43 am

    Cuma-cumi enaknya dimakan. 👿

  10. 12 Cynanthia Desember 5, 2007 pukul 9:59 am

    Wa~~~ hahahahahahahahaha!!!

  11. 13 Kieth Mccormick Juni 25, 2013 pukul 8:45 am

    Setelah lama berpetualang dengan Hendra, aku perlu juga variasi bermain sex yang lain, dengan ragu-ragu akhirnya kuusulkan ke Hendra untuk memanggil gigolo supaya permainan bertambah menarik. Dengan berat hati Hendra menyetujui dengan syarat aku yang mencari dan dia yang memutuskan atau memilih orangnya. Setelah mencari informasi dari sana sini, akhirnya kudapatkan nomor telepon jaringan gigolo, aku tidak mau lewat milist yang banyak menawarkan diri, karena dari pengalaman mereka hanya besar nyali dan nafsu saja, tapi tidak dengan stamina dan variasi permainan. Sesuai dengan kesepakatan dengan seorang GM, akhirnya dia akan mengirim 3 orang untuk kami pilih di tempat kami menginap, uang bukanlah masalah bagi kami.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Cuplikan Tentangku

Seorang anak yang menjadi maniak chatting sejak lahir. Tiada hari tanpa chatting, tapi mengapa anak ini aneh, ia menyembunyikan alamat Messengernya? Padahal sesungguhnya ia ingin mencari banyak teman.

Kalender Akurat

November 2007
S S R K J S M
     
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Perpisahan Antar Artikel

Yang Paling Baru dan Belum Basi

Di Antara Kita

Jumlah Manusia yang Pernah Datang

  • 436 manusia

%d blogger menyukai ini: